Showing posts with label sendiri. Show all posts
Showing posts with label sendiri. Show all posts

Friday, September 11, 2009

......untukMU..........

Aku berbaring berselimut angin malam
Beratapkan langit yang terhampar kelam
Bulan kini telah purnama
bersinar di balik carang pohon srikaya yang meranggas daunnya..
Indahnya malam ini ya TUHAN
Sekaliannya KAU ciptakan dengan sempurna
Kukagum akanMU ya ALLAH
Kumazmurkan pujian bagiMU
Kuagungkan namaMU
TUHAN SEMESTA ALAM..

.:tt:
7.9.9

Sunday, April 19, 2009

mengejar matahari....

Di sini ada satu kisah
Cerita tentang anak manusia
Menantang hidup bersama
Mencoba menggali makna cinta

Tetes air mata
Mengalir di sela derai tawa
Selamanya kita
Tak akan berhenti mengejar
.......matahari..........

Tajamnya pisau takkan sanggup
Koyakkan cinta antara kita
Menembus ruang dan waktu
Menyatu di dalam jiwaku
 
 
........teringat 5 tahun yang lalu saat film/lagu tentang persahabatan 4 manusia ini muncul.... saat itu sebuah persahabatan mulai terjalin.... dan semakin hari semakin mengikat dalam batin... kita pun mengejar matahari... matahari kita masing-masing... mataharimu dan matahariku.... bersama kita berlari.... terus berlari.....mengejar matahari.. terkadang aku terjatuh, dan kaupun membantuku bangun, menuntunku hingga aku mampu berlari lagi.... begitupun denganmu.... kita saling menopang hingga kita tak pernah berjalan sendirian... Hingga kini, kita masih terus berlari.....bersama.....mengejar mimpi2...............kita..............

Monday, November 10, 2008

JanjiMu seperti fajar...

Seperti fajar di pagi hari yang selalu terbit tepat pada waktunya, aku mau percaya Tuhan bahwa pertolonganMu bagiku akan selalu sampai tepat pada waktunya. Sekalipun aku belum melihat apapun hari ini, aku mau tetap percaya padaMu, percaya pada janjiMu....

Ketika kuhadapi kehidupan ini,
jalan mana yang harus kupilih.
ku tau 'ku tak mampu
ku tau 'ku tak sanggup
hanya Kau Tuhan tempat jawabanku....

Aku pun tahu 'ku tak pernah sendiri
s'bab Engkau Allah yang menggendongku
tanganMu membelaiku
cintaMu memuaskanku
Kau mengangkatku ke tempat yang tinggi....

JanjiMu seperti fajar pagi hari
yang tiada pernah terlambat bersinar
cintaMu seperti sungai yang mengalir
dan kutahu betapa dalam kasihMu...

Monday, September 8, 2008

Doa Pengakuan Dosa...

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!
Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!
Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.
Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat,
supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu.
Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.
Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin,
dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku.
Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir,
basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju!
Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali!
Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku!
Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!
Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu,
dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu,
dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!
Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran,
supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.
Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah keselamatanku,
maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilan-Mu!
Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu!
Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan;
sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya.
Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur;
hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Seperti Daud memohon padaMu ya Allah, demikian aku memohon pengampunaMu....

Wednesday, September 19, 2007

menguatkan hati...

kemarin hari yang aneh buatku. semalaman aku gk nyenyak tidur. sering terbangun dan terbayang sesuatu yang terjadi sore harinya. benar2 tidak bisa tidur. dan pagi hari aku menumpahkannya dalam derai. tapi ternyata Tuhan tidak izinkan aku larut. tepat pada saat itu seorang teman telepon mengajak sarapan (kebetulan kami tidak puasa). karena aku masih berderai jadi mau nggak mau suaraku kelihatan aneh. tapi tetep saja aku tertawa tawa menerima teleponnya. setelah kukompres dan mandi, bengkaknya tidak begitu kelihatan. kami pun makan dengan tertawa tawa. hanya sesekali temanku tadi tanya: ‘kenapa nangis’ dan aku gk mau menyinggungnya karna hanya akan mengingatkan lagi. berangkat ke kantor. sedikit masih terbawa sedihnya. untung habis itu beraktivitas.

di tengah2 pekerjaan, aku refresh otak dengan melihat2 foto2ku di compy. dan aku menemukan foto yang bagus. menurutku. foto yang sama seperti yang aku alami tadi pagi. dua hal yang kontradiktif yang bersatu dalam satu ekspresi. menangis dan tertawa.  sekilas aku tak tampak menangis karna ada senyum dan tawa tersungging di sana, tetapi sebenernya aku sedang menangis. ternyata ada beberapa fotoku yang begitu. dan setelah kuperhatikan, aku memang sering seperti itu. tertawa ketika menangis. tidak tau, apakah itu untuk menutupi kesedihan, mengurangi kepedihan, ato sebenarnya menertawakan kebodohan yang sudah aku lakukan. hmm… yang terlihat di sana ada kekuatan yang tersimpan ketika kesedihan atau masalah datang. tetap ada kekuatan yang memampukan untukku bangkit.

aku masih ingat suatu hari aku bilang pada seorang teman: sedih dan bahagia kita sendiri yang membuatnya. dan benar saja, aku merasa lebih tenang ketika aku bilang pada diri sendiri: kamu bahagia. ketika masalah datang, kuatkan hati dan bilang pada hati: aku kuat dan aku akan bahagia.

hari ini au merasa lebih tenang dan senang. tawa yang tercipta hari ini bukan untuk menutup kesedihan atau menertawakan kebodohan. tapi tawa yang keluar dari hati yang bahagia karna kekuatan yang kuperoleh dariNya dan kerelaan hati untuk terus melangkah…. “be a tough women!!”

kontra.jpg      best-firend.jpg     kontra2.jpg

Monday, August 27, 2007

17.30 - 21.00 Bersama DIAM

Malam tak seperti biasanya, tampak cerah. Ada canda terdengar, sesekali tawa pun pecah. Bincang pun mengalir bagai hujan di bulan november. Sampai tiba saat perpisahan. Satu percik mletik. Sayangnya ada daun kering di situ. Dan api pun terjadi. Semakin besar dan terbakar. Sampai akhirnya daun jadi abu. Terlambat. Yang mengalir bukan lagi bincang tapi derai kepedihan. Luka yang jadi terasa. Ketidakbergunaan yang diam2 menyusup dalam hati. "Siapa elu" kata ego yang dibimbing dendam.

Malam berlalu dengan mata tak terpejam.....

Namun malam tak sanggup menahan diri untuk tidak terganti. Pagi lebih kuat melawannya dan malam pun terkalahkan. Pagi pun datang. Serpihan sisa kepedihan masih terserak. Namun aku harus cepat2 membersihkannya sebelum pagi tau apa yang terjadi semalam. Dan aku berhasil, pagi ternyata tidak tau. Tapi karna ketidaktahuannya ia menarik pelatuk pemantik, untung kuhindarkan dari kobaran meski sempat sedikit terbakar. Ahh... aku harus bersabar... Selagi matahari memberikan terang kutata kembali berbagai hal yang berantakan, termasuk hatiku. Dan aku sempat mengajarkan kesabaran dan kedewasaan padanya. Mudah2an saja dia bisa mengerti dan menerapkannya di waktu ke depan. Cukup melelahkan....

Kesabaran dan kedewasaan menuntunku melangkah menuju diam. Jarum jam menunjukkan pukul 17.30. Aku memperhatikan... sesekali tersenyum, namun tetap diam. Detik terdengar bagai degup. Sangat jelas. Atau jangan2 aku mendengar degup?? Aku membaca buku tentang si Baik dan si Jahat.. Mataku mengatup, namun tetap diam. Aku terjaga oleh bunyi ketukan keyboard, si Baik dan si Jahat masih menungggu di pangkuanku, dan diam tetap diam.. Hanya bergumam, bicara pada diri sendiri, mungkin tak melihatku, atau jangan-jangan hanya rohku yang di situ sementara ragaku entah di mana.. ah.... buku ini buktinya, tak mungkin buku ini ada di pangkuanku jika hanya jiwaku yang disitu. Aku tertidur lagi. Dan terjaga lagi..sampai tiga kali... Dan tetap diam... 21.00 kulihat di layar. Ah.. sudah 3,5 jam bersama diam...... dan tetap diam hingga aku kembali pada malam di jalanan...

Sendiri atau bersama diam, kuarasakan sama saja...