Showing posts with label renungan. Show all posts
Showing posts with label renungan. Show all posts

Friday, September 11, 2009

......untukMU..........

Aku berbaring berselimut angin malam
Beratapkan langit yang terhampar kelam
Bulan kini telah purnama
bersinar di balik carang pohon srikaya yang meranggas daunnya..
Indahnya malam ini ya TUHAN
Sekaliannya KAU ciptakan dengan sempurna
Kukagum akanMU ya ALLAH
Kumazmurkan pujian bagiMU
Kuagungkan namaMU
TUHAN SEMESTA ALAM..

.:tt:
7.9.9

Sunday, November 16, 2008

...dari pohon besar, ngatini, hingga ombak dan buih...

Kemarin Minggu, aku berniat jalan2 menghabiskan hari. Setelah sedikit berpikir akhirnya kuputuskan berjalan ke selatan.

Sebelumnya mampir ke supermarket sekedar beli buah untuk bekal. Dapetlah pear dan jeruk santang sebagai bekal.

Berangkatlah segera dengan persiapan matang. Sehelai mantel jubah, pelindung jika hujan turun, dan bisa juga kugunakan sebagai tikar alasku duduk sambil menikmati ombak yang menderu dan berpasang muda mudi yang menikmati libur di hari minggu.


Di tengah perjalanan ada sebuah pohon besar yang tumbang, tercerabut sampai ke akarnya. Pohon ini cukup besar, bahkan sangat besar. Tapi kalau Tuhan sudah berkehendak, apapun bisa terjadi. Dengan tiupan angin puting beliung, pohon dengan akar yang kuat pun bisa dengan mudah tercabut seperti rumput. Sedikit berefleksi pada diri, ya, Tuhan yang menentukan semua. Apapun jika Tuhan berkehendak, bisa terjadi. Yang tampaknya tertanam dengan pengikat akar yang kuat pun bisa dengan mudah tercabut hanya dengan tiupan angin, begitu pula dengan semua yang ada pada manusia. Apa yang ada padaku, bukan milikku, tapi Tuhanlah yang empunya. Jika Dia berkehendak maka Dia berhak mengambil ataupun menambahkan apa yang ada padaku. Seperti juga saat aku kehilangan Supri, motor yang menemaniku selama hampir 15 bulan. Saat itu aku bisa menerima & ikhlas bahkan menganggap kehilangan itu adalah 'berkat tak terduga', karna pasti ada berkat yang lebih besar di balik kehilangan itu. Benar saja tanpa terpuruk lama2, aku mencari pengganti Supri dan kutemukan Ngatini, motor Vega keluaran Yamaha. Dia yang akhirnya menemaniku ke mana pun aku pergi. Juga kemarin saat aku ingin menghabiskan hari. Ngatini sudah hampir 1 tahun ini menjadi sahabatku. Kurawat dengan rutin & tertib, karnanya Ngatini jarang sakit. Hanya saja kemarin dia mengalami sedikit luka pada ban belakang. Jadilah kudorong dia, untung tidak jauh, dan terjadilah adegan Ngatini Obong. Sambil menunggu proses penyembuhan aku nikmati sedikit bekal yang kubawa. Ah, lumayan juga... Kulanjutkan perjalanan. Pelan, tanpa tarikan gas yang kuat, tanpa dendang dari bibir, tanpa ketergesaan. Pelan & tenang. Sedikit tersadar dari 'ketenangan' saat merasa ada tetesan air di tangan. Woo, hujan rupanya, dan kulihat langit, sepertinya hendak deras. Kuputuskan memanfaatkan mantel jubah yang memang sudah kupersiapkan. Dan perjalanan dilanjutkan dengan nyaman meski dalam hujan. Indah juga ya hujan itu... Sepanjang perjalanan kunikmati dinginnya dan ketukan-ketukan air yang menimpa punggung tanganku.
Sampai di tengah perjalanan hujan berhenti, tapi aku enggan melepas mantelku, jadi aku tetap memakai mantel meski langit terang benderang. Sampailah aku di tempat di mana aku bisa memandang langit sampai pada kakinya, melihat angin mempermainkan air menjadi terombang ambing membentuk ombak dan buih, lalu kembali, hilang, dan datang lagi. Aku berdiri di tepian pantai, menerima ombak yang datang, lalu kembali lagi. Lalu datang lagi, kadang lebih besar kadang hanya buihnya yang sampai padaku. Begitu berulang-ulang tidak pernah berhenti, sampai aku kembali ke tempat aku tidak merasakan lagi ombak dan buih itu. Refleksi lagi pada diri. Hidup mungkin seperti saat aku berdiri di tepi pantai dan masalah seperti halnya ombak yang datang dan pergi, tak pernah berhenti. Tapi saat kuhadapi,  dia pun akan bisa terselesaikan dan kembali ke lautan lepas sana. Lalu akan datang lagi masalah yang lain, mugnkin lebih besar, tapi mungkin juga lebih ringan. Tapi begitu juga, saat kuhadapi, dia akan segera hilang dengan sendirinya. Begitu seterusnya dalam hidup, tidak akan pernah berhenti masalah itu datang dan pergi, sampai saat kita kembali pada tempat di mana kita tidak menemui masalah kehidupan lagi, yaitu kematian.

Di tepi pantai yang tidak terkena ombak aku duduk beralaskan mantel jubah, ditemani seplastik buah. Memandang ke laut & langit, ya Tuhan, Engkau begitu luar biasa, tak terbatas kuasaMu. Aku mulai melupakan semua masalah2ku dan mengagumi ciptaan Tuhan yang begitu sempurna. Bibirku mulai menyanyikan pujian. Meskipun sendiri aku tidak peduli, aku tetap bernyanyi, beberapa lagu kunyanyikan dari lagu pujian sampai lagu penguatan saat aku  sedang dalam pergumulan. Dan...ahh...tak kuduga aku merasakan kelegaan. Waktu sudah beranjak petang dan aku memutuskan pulang. Sudah kularung semua beban, berharap tidak kupikul lagi di hari nanti. Motorku melaju dengan pelan, tapi bibirku penuh dengan nyanyian. Berbeda saat aku berangkat tadi. Ya, aku ingin pulang dengan damai dan bahagia.

Ya...perjalanan sehari kemarin membawa banyak refleksi pada diri. Dari pohon besar yang takluk oleh angin, kehilangan Supri yang menghasilkan Ngatini, juga deru dan ombak yang membawa banyak refleksi pada diri. Kesemuanya menuju pada satu titik: kuasa Tuhan. Tidak ada yang bisa mengalahkan kuasa Tuhan. Jika Tuhan berkehendak maka segalanya bisa terjadi. Manusia seperti sebutir debu yang dikaruniai keikhlasan untuk menerima kehendak Tuhan, namun di mata Tuhan kita sangat berharga dan tidak pernah Dia lalai menjaga kita meskipun kita hanya sebutir debu....

Sunday, October 5, 2008

Maaf dan memaafkan...

Idul Fitri, kembali pada kesucian diri. Termasuk di dalamnya suci dari dosa dan kesalahan kepada rekan dan sesama kita. Karnanya saat Idul Fitri kita lazim mengucapkan "Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir dan Batin". Meminta maaf atas kesalahan kita sering kita lakukan, bahkan hampir selalu kita lakukan saat kita merasa bersalah kepada orang lain. Meminta maaf kita lakukan dengan sungguh hati dan tulus karena kita tidak ingin ada dendam orang lain kepada kita, tidak ingin ada kebencian di hati orang lain. Langkah hidup kita akan terasa lebih ringan ketika kesalahan-kesalahan kita sudah dimaafkan.

Namun ada satu hal lagi yang harus kita lakukan untuk mencapai kesucian diri, yaitu memaafkan. Meminta maaf jauh lebih mudah daripada memaafkan, karna dalam memaafkan kita harus memiliki keikhlasan penuh. Dalam satu episode Tasfir Al Misbah, Quraish Shihab pernah mengungkapkan bahwa di dalam Al Quran tidak ada perintah untuk meminta maaf, yang ada adalah untuk memberi maaf/memaafkan. “Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (QS 7: 199). Meminta maaf sudah menjadi kewajiban dan naluriah manusia, tapi memberi maaf memiliki tingkat kesulitan sendiri, karnanya Allah mendorong dan menuntun manusia utk terlebih dahulu memberi maaf. Orang-orang yang memiliki keikhlasan hati untuk memaafkan kesalahan orang lain pada dirinya memiliki tempat istimewa di hadapan Allah. Ciri orang yang menghuni surga: “[Yaitu] mereka yang menafkahkan [hartanya], baik di waktu lapang maupun sempit, dan yang mampu menahan amarah dan memaafkan [kesalahan] orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS 3: 134).

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429H
Marilah kita saling memaafkan dengan penuh keikhlasan dan kerendahhatian.


sumber: Tafsir Al Misbah, Metro TV
             milis pakguruonline

Monday, September 8, 2008

Doa Pengakuan Dosa...

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!
Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!
Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.
Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat,
supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu.
Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.
Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin,
dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku.
Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir,
basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju!
Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali!
Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku!
Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!
Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu,
dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu,
dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!
Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran,
supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.
Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah keselamatanku,
maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilan-Mu!
Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu!
Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan;
sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya.
Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur;
hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Seperti Daud memohon padaMu ya Allah, demikian aku memohon pengampunaMu....

Jalan hidup

Hari ini taglineku 'jarak antara masalah dengan solusi adalah sejauh lutut dengan lantai'
Banyak komentar ternyata. Mungkin karena tidak paham maksudku bahwa maksudnya adalah sejauh doa. Saat lutut kita bersujud, bertelut, bersimpuh, dan memohon pertolongan Tuhan maka bertemulah masalah dengan solusinya......

Ada juga yang komentarnya motivatif. Dan ini yang juga ingin kubagikan kepada teman2 yang berkunjung ke blog ini.... Sebelumnya makasih Yasinta utk motivasi yang indah ini.

Jalan menuju BAHAGIA dan SUKSES tidak selalu lurus
Ada tikungan bernama KEGAGALAN
Ada bundaran bernama KEBINGUNGAN
Ada tanjakan bernama TEMAN
Lampu merah bernama MUSUH
Lampu kuning bernama KELUARGA
Engkau akan mengalami ban kempes dan pecah itulah HIDUP
Tapi jika engkau membawa ban serep bernama TEKAD
Mesin bernama KETEKUNAN
Asuransi bernama IMAN
Pengemudi bernama TUHAN
Sampailah didaerah yang bernama BAHAGIA dan SUKSES


LEPAS BEBAS

Lepas bebas : meninggalkan dan melepaskan diri dari ikatan emosional yang menjerat dan menghalangi kita untuk mengikuti panggilan batin yang paling mendasar.

Dua jalan untuk lepas bebas : Pengampunan dan Syukur.

Bukan hanya mengampuni, tetapi juga diampuni.

Bagaimana caranya untuk lepas bebas : Tangan Kosong

"aku datang kepadaMu dengan tangan kosong..."




Derita itu indah...
Penderitaan, kesengsaraan, kepedihan dan semua rasa negatif yang kita rasakan sepintas memang akan membuat kata "tidak adil" keluar dari mulut kita. Namun seperti halnya hujan, akan ada pelangi sesudahnya. Tanpa derita kita tidak tahu kapan kita merasa bahagia, Tanpa derita kita tidak akan ingat betapa kita harus selalu bersyukur, Tanpa derita kita tak akan menyadari betapa HEBATnya ALLAH kita....Tangan Tuhan tak henti menorehkan cerita indah di setiap perjalanan hidup yang tak menentu. So, nikmatilah setiap penderitaan karena dengan penderitaan kita akan semakin dekat dengan Bapa kita di Surga...

Tuesday, July 22, 2008

Pelangi Kasih-Nya

Apa yang kau alami kini

mungkin tak dapat engkau mengerti.

Satu hal tanamkan di hati

indah semua yang Tuhan beri.

Tuhanku tak akan memberi ular beracun

pada yang minta roti.

Cobaan yang engkau alami

tak melebihi kekuatanmu.

 

Tangan Tuhan sedang merenda

suatu karya yang agung mulia.

Saatnya kan tiba nanti

kau lihat pelangi kasih-Nya.

 

"Pencobaan-pencobaan yang kamu alami adalah pencobaan-pencobaan biasa yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Tuhan setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melebihi kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai, Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar sehingga kamu dapat menanggungnya." (1 Korintus 10:13)

Wednesday, August 29, 2007

Tidak, Tetapi...

Percakapan yang mengubah hidup Ahab, seorang Jahat menjadi seorang Baik..

Ahab : “Jika malam ini pelacur tercantik desa ini datang kemari, apakah kau akan sanggup memandangnya dan menganggapnya tidak cantik dan menggoda?”

St. Savin: “Tidak, tapi aku akan bisa mengendalikan diriku”

Ahab : “Dan jika aku menawarimu setumpuk kepingan uang emas agar kau meninggalkan guamu di gunung dan bergabung dengan kami, sanggupkah kau memandang emas itu dan menganggapnya batu kerikil?”

St. Savin: “Tidak, tapi aku akan bisa mengendalikan diriku”

Ahab: “Dan jika kau dicari-cari oleh dua bersaudara, yang satu membencimu dan yang lain menganggapmu suci, sanggupkah kau memiliki perasaan yang sama terhadap keduanya?”

St. Savin: “Itu benar-benar sulit, tapi aku akan bisa mengendalikan diriku sendiri dan memperlakukan mereka dengan sama”

===Ahab menyadari, Savin dan dirinya memiliki naluri yang sama, Baik dan Jahat bertarung di hati mereka, sama seperti di dalam setiap jiwa yang ada di muka bumi ini. Ketika Ahab menyadari Savin tidak berbeda dengan dirinya, dia pun menyadari dirinya tidak berbeda dengan Savin. Semuanya hanya masalah pengendalian diri. Dan pilihan. Tidak kurang, tidak lebih.

(diambil dari Devil and Miss Prym, Paulo Coelho:2006)

Tuesday, August 21, 2007

Tulang rusuk...

Woman was creted from the rib of man...

not from his head to be above

nor his feet to be walk upon..

but from his side to be equal..

near his arm to be protected..

and close to his heart to be loved...

(Dale S Hadley)

Sunday, August 12, 2007

Mengasihi dengan hati...

Seorang pengemis miskin duduk di tepi sebuah jembatan. Dengan biolanya yang usang ia mencoba mencari uang untuk mencukupi hidupnya. Ia tak bisa bermain biola. Gesekannya hanya menimbulkan bunyi tanpa harmoni. Namun si pengemis menganggap biola itu hartanya yang paling berharga karena dari biola itulah ia bisa hidup.

Suatu hari ketika ia sedang memainkan biolanya, datanglah seseorang yang memperhatikan permainan biolanya. Orang asing itu tergerak hatinya. Ia meminjam biola si pengemis namun pengemis itu tidak mengizinkan orang asing tadi meminjam biolanya. "Hanya untuk beberapa menit" kata si orang asing. Pengemis itu pun dengan berat hati meminjamkan biolanya. Lantunan simfoni mengalir dari biola si pengemis di tangan orang asing tadi. Orang-orang yang lalu lalang menghentikan langkahnya dan menikmati permainan biola itu. Kaleng yang tadinya kosong, dalam beberapa menit terisi penuh. Setelah permainan selesai, orang asing tadi mengembalikan biola itu kepada si pengemis dan mengucapkan : "Terimakasih telah meminjamkan biola ini pada saya". Dia pun pergi meninggalkan si pengemis. Pengemis berteriak memanggil orang itu, mengucapkan terimakasih sambil berurai air mata karena dengan permainan biolanya ia memperoleh uang yang sangat banyak. Orang asing itu hanya tersenyum.

Dia telah dengan tulus hati menolong pengemis miskin dengan apa yang ia miliki. Dia tidak memiliki uang kala itu, tapi dia bisa bermain biola. Dia pun menggunakan kemampuannya untuk menolong orang lain yang membutuhkan. Siapakah orang asing itu? Dia adalah Paganini.....

Niccolo Paganini adalah serang violinist (pemain violin), violist (pemain viola), gitaris, dan komposer Italia.

Gambar diambil dari http://en.wikipedia.org/