Budaya mengucapkan terimakasih sudah jadi warisan yang sangat bernilai dari nenek moyang kita. Di mana tempat ada kata atau bahasa tubuh yang bermakna terimakasih.
Ada satu cerita tentang terimakasih yang baru saja aku alami hari minggu kemarin. Ceritanya waktu itu aku dan teman-teman kantor datang ke pernikahan seorang rekan. Kami membawa peta menuju rumah mempelai. Namun karena daerahnya sedikit sulit maka setiap kali kami hentikan mobil dan bertanya pada penduduk kampung tempat resepsi yang kami tuju. Setiap kali teman yang bertanya kembali ke mobil secara spontan aku tanya: "Udah bilang terimakasih belum?" Berkali-kali aku spontan menyakan pertanyaan yang sama. Sampai suatu ketika temanku turun lagi untuk bertanya, dan saat kembali ke mobil dia sudah laporan: "Aku sudah bilang terimakasih". Hehe, rasanya sudah melakukan kesalahan kalau lupa mengucapkan terimakasih. Tidak terlalu sulit mengucapkan terimakasih, tapi kadang kita melupakannya. Padahal satu kata saja sudah membuat orang lain senang dan merasa berharga. ;)
Wednesday, May 14, 2008
Thursday, May 8, 2008
AXIS dan sms hoax...
Semalem dapt sms dari tmn lama.. Awalnya sih cuma minta info lowongan kerja. Trus berlanjut2 dan sampai pada pertanyaan: udah denger kabar tentang kartu AXIS blm? Yah, dengan polosnya kujawab: 'Udah dunkz. Si kartu yang baik kan??" Memang itu slogan yang dia usung. Tapi ternyata bukan itu yang dia maksud. Ada banyak sms yang beredar bahwa kartu AXIS adalah kartu setan karna dihubungkan dengan simbol angka 666. Tarif 60/mnt, 60/SMS, 600/MMS. Dan jika dibalik akan dibaca SIXA-siksa.
Yang mengherankan katanya ada ibu2 yang tiba2 meninggal setelah mendapat telepon dari nomor AXIS. Atau anak yang ketakutan setelah terima sms dari nomor AXIS. Ada lagi yang bilang kalo dia stlh menggunakan kartu AXIS setiap malam ditelpon nomor tidak dikenal dan terdengar jeritan perempuan.
Haiya...
Apa pula ini..
Beberapa saat kemudian temen kostku berkunjung ke kamar dan menunjukkan sms serupa yang baru saja dia terima. Aduh... Dibawahnya tertulis fwd k tmn2mu. 1 sms selamatkan 1 jiwa.. Wow, itu mah namanya fitnah berantai...
Buat tmn2 pesen aja deh, jangan terprovokasi dengan sms2 yang gk jelas gitu. Apalagi berpartisipasi meresahkan masyarakat dengan memforward ke teman2 yang lain. Jangan deh... Daripada kita resah dan ikut serta menyebar fitnah, lebih baik kita lebih mendekatkan diri pada Yang Kuasa sehingga tidak mudah terpengaruh isu di luar....
Hehe, gk jelas ya...
Yang mengherankan katanya ada ibu2 yang tiba2 meninggal setelah mendapat telepon dari nomor AXIS. Atau anak yang ketakutan setelah terima sms dari nomor AXIS. Ada lagi yang bilang kalo dia stlh menggunakan kartu AXIS setiap malam ditelpon nomor tidak dikenal dan terdengar jeritan perempuan.
Haiya...
Apa pula ini..
Beberapa saat kemudian temen kostku berkunjung ke kamar dan menunjukkan sms serupa yang baru saja dia terima. Aduh... Dibawahnya tertulis fwd k tmn2mu. 1 sms selamatkan 1 jiwa.. Wow, itu mah namanya fitnah berantai...
Buat tmn2 pesen aja deh, jangan terprovokasi dengan sms2 yang gk jelas gitu. Apalagi berpartisipasi meresahkan masyarakat dengan memforward ke teman2 yang lain. Jangan deh... Daripada kita resah dan ikut serta menyebar fitnah, lebih baik kita lebih mendekatkan diri pada Yang Kuasa sehingga tidak mudah terpengaruh isu di luar....
Hehe, gk jelas ya...
Tuesday, May 6, 2008
Kisah Cinta Seorang Anak..
(ditulis oleh Cristine Wili, diambil dari milis pakguruonline)
Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki,
wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam, suamiku,
memberinya nama Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini
memang agak terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain
saja.
Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya
membesarkannya juga. Di tahun kedua setelah Eric dilahirkan saya pun
melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Saya
menamainya Angelica. Saya sangat menyayangi Angelica, demikian juga
Sam. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan dan
membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah.
Namun tidak demikian halnya dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa
stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya selalu
melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Sam selalu
menuruti perkataan saya. Saat usia Angelica 2 tahun, Sam meninggal
dunia. Eric sudah berumur 4 tahun kala itu. Keluarga kami menjadi
semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya saya
mengambil tindakan yang akan membuat saya menyesal seumur hidup. Saya
pergi meninggalkan kampung kelahiran saya beserta Angelica. Eric yang
sedang tertidur lelap saya tinggalkan begitu saja. Kemudian saya
tinggal di sebuah gubuk setelah rumah kami laku terjual untuk membayar
hutang. Setahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun.. telah berlalu sejak
kejadian itu.
Saya telah menikah kembali dengan Brad, seorang pria dewasa. Usia
Pernikahan kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Brad, sifat-sifat
buruk saya yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah
sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang. Angelica telah
berumur 12 tahun dan kami menyekolahkan dia di asrama putri sekolah
perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Eric dan tidak ada lagi
yang mengingatnya.
Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu seperti
sebuah film yang diputar dikepala saya. Baru sekarang saya menyadari
betapa jahatnya perbuatan saya dulu.tiba-tiba bayangan Eric melintas
kembali di pikiran saya. Ya Eric, Mommy akan menjemputmu Eric. Sore
itu saya memarkir mobil biru saya di samping sebuah gubuk, dan Brad
dengan pandangan heran menatap saya dari samping. "Mary, apa yang
sebenarnya terjadi?"
"Oh, Brad, kau pasti akan membenciku setelah saya menceritakan hal
yang telah saya lakukan dulu." aku menceritakannya juga dengan
terisak-isak. Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya. Ia telah
memberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian. Setelah tangis
saya reda, saya keluar dari mobil diikuti oleh Brad dari belakang.
Mata saya menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter dari
hadapan saya. Saya mulai teringat betapa gubuk itu pernah saya
tinggali beberapa bulan lamanya dan Eric.. Eric...
Namun saya tidak menemukan siapapun juga di dalamnya. Hanya ada
sepotong kain butut tergeletak di lantai tanah. Saya mengambil seraya
mengamatinya dengan seksama... Mata mulai berkaca-kaca, saya mengenali
potongan kain tersebut sebagai bekas baju butut yang dulu dikenakan
Eric sehari-harinya. Saya sempat kaget sebab suasana saat itu gelap
sekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor.
Ternyata ia seorang wanita tua. Kembali saya tersentak kaget manakala
ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau.
"Heii...! Siapa kamu?! Mau apa kau kemari?!"
Dengan memberanikan diri, saya pun bertanya, "Ibu, apa ibu kenal
dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sini?"
Ia menjawab, "Kalau kamu ibunya, kamu sungguh tega, Tahukah kamu, 10
tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Eric terus
menunggu ibunya dan memanggil, 'Mommy..., mommy!' Karena tidak tega,
saya terkadang memberinya makan dan mengajaknya tinggal Bersama saya.
Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah,
namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan
yang lalu Eric meninggalkan secarik kertas ini. Ia belajar menulis
setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu..."
Saya pun membaca tulisan di kertas itu...
"Mommy, mengapa Mommy tidak pernah kembali lagi...? Mommy marah sama
Eric, ya? Mom, biarlah Eric yang pergi saja, tapi Mommy harus berjanji
kalau Mommy tidak akan marah lagi sama Eric. Bye, Mom..."
Saya menjerit histeris membaca surat itu. "Bu, tolong katakan...
katakan di mana ia sekarang? Saya berjanji akan meyayanginya sekarang!
Saya tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan..!!"
Brad memeluk tubuh saya yang bergetar keras.
"Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric
telah meninggal dunia. Ia meninggal di belakang gubuk ini. Tubuhnya
sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan
di belakang gubuk ini tanpa ia berani masuk ke dalamnya. Ia takut
apabila Mommy-nya datang, Mommy-nya akan pergi lagi bila melihatnya
ada di dalam sana... Ia hanya berharap dapat melihat Mommy-nya dari
belakang gubuk ini... Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang
lemah ia terus bersikeras menunggu Nyonya di sana."
-----hiks, aku terharu membaca cerita ini. Semoga hati kita selalu bersih dan berpikir jernih setiap kali melakukan sesuatu-----
Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki,
wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam, suamiku,
memberinya nama Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini
memang agak terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain
saja.
Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya
membesarkannya juga. Di tahun kedua setelah Eric dilahirkan saya pun
melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Saya
menamainya Angelica. Saya sangat menyayangi Angelica, demikian juga
Sam. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan dan
membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah.
Namun tidak demikian halnya dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa
stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya selalu
melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Sam selalu
menuruti perkataan saya. Saat usia Angelica 2 tahun, Sam meninggal
dunia. Eric sudah berumur 4 tahun kala itu. Keluarga kami menjadi
semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya saya
mengambil tindakan yang akan membuat saya menyesal seumur hidup. Saya
pergi meninggalkan kampung kelahiran saya beserta Angelica. Eric yang
sedang tertidur lelap saya tinggalkan begitu saja. Kemudian saya
tinggal di sebuah gubuk setelah rumah kami laku terjual untuk membayar
hutang. Setahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun.. telah berlalu sejak
kejadian itu.
Saya telah menikah kembali dengan Brad, seorang pria dewasa. Usia
Pernikahan kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Brad, sifat-sifat
buruk saya yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah
sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang. Angelica telah
berumur 12 tahun dan kami menyekolahkan dia di asrama putri sekolah
perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Eric dan tidak ada lagi
yang mengingatnya.
Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu seperti
sebuah film yang diputar dikepala saya. Baru sekarang saya menyadari
betapa jahatnya perbuatan saya dulu.tiba-tiba bayangan Eric melintas
kembali di pikiran saya. Ya Eric, Mommy akan menjemputmu Eric. Sore
itu saya memarkir mobil biru saya di samping sebuah gubuk, dan Brad
dengan pandangan heran menatap saya dari samping. "Mary, apa yang
sebenarnya terjadi?"
"Oh, Brad, kau pasti akan membenciku setelah saya menceritakan hal
yang telah saya lakukan dulu." aku menceritakannya juga dengan
terisak-isak. Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya. Ia telah
memberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian. Setelah tangis
saya reda, saya keluar dari mobil diikuti oleh Brad dari belakang.
Mata saya menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter dari
hadapan saya. Saya mulai teringat betapa gubuk itu pernah saya
tinggali beberapa bulan lamanya dan Eric.. Eric...
Namun saya tidak menemukan siapapun juga di dalamnya. Hanya ada
sepotong kain butut tergeletak di lantai tanah. Saya mengambil seraya
mengamatinya dengan seksama... Mata mulai berkaca-kaca, saya mengenali
potongan kain tersebut sebagai bekas baju butut yang dulu dikenakan
Eric sehari-harinya. Saya sempat kaget sebab suasana saat itu gelap
sekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor.
Ternyata ia seorang wanita tua. Kembali saya tersentak kaget manakala
ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau.
"Heii...! Siapa kamu?! Mau apa kau kemari?!"
Dengan memberanikan diri, saya pun bertanya, "Ibu, apa ibu kenal
dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sini?"
Ia menjawab, "Kalau kamu ibunya, kamu sungguh tega, Tahukah kamu, 10
tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Eric terus
menunggu ibunya dan memanggil, 'Mommy..., mommy!' Karena tidak tega,
saya terkadang memberinya makan dan mengajaknya tinggal Bersama saya.
Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah,
namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan
yang lalu Eric meninggalkan secarik kertas ini. Ia belajar menulis
setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu..."
Saya pun membaca tulisan di kertas itu...
"Mommy, mengapa Mommy tidak pernah kembali lagi...? Mommy marah sama
Eric, ya? Mom, biarlah Eric yang pergi saja, tapi Mommy harus berjanji
kalau Mommy tidak akan marah lagi sama Eric. Bye, Mom..."
Saya menjerit histeris membaca surat itu. "Bu, tolong katakan...
katakan di mana ia sekarang? Saya berjanji akan meyayanginya sekarang!
Saya tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan..!!"
Brad memeluk tubuh saya yang bergetar keras.
"Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric
telah meninggal dunia. Ia meninggal di belakang gubuk ini. Tubuhnya
sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan
di belakang gubuk ini tanpa ia berani masuk ke dalamnya. Ia takut
apabila Mommy-nya datang, Mommy-nya akan pergi lagi bila melihatnya
ada di dalam sana... Ia hanya berharap dapat melihat Mommy-nya dari
belakang gubuk ini... Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang
lemah ia terus bersikeras menunggu Nyonya di sana."
-----hiks, aku terharu membaca cerita ini. Semoga hati kita selalu bersih dan berpikir jernih setiap kali melakukan sesuatu-----
Wednesday, April 23, 2008
Perpisahan...
Empat belas hari ini dapat kerjaan tambahan jadi panitia diklat guru SD di kantorku. Peserta diklat ini dulu pernah mengikuti diklat di tempatku (p4tk matematika), namun baru 5 hari berjalan terjadi gempa 27 Mei di Jogja dan sekitarnya. Mereka pun minta pulang dan diklat ditunda untuk sementara waktu sampai waktu yang belum ditentukan. Akhirnya tahun ini diklat yang dulu terhenti dapat dilanjutkan kembali.
Aku terdapuk jadi panitia bareng beberapa teman yang lain. Namanya ketambahan pekerjaan tentu saja ketambahan repot juga. Awal, pertengahan masih ribet, tapi akhir2..masih ribet juga,hehe.. Untunglah peserta diklat ini menyenangkan. Mudah akrab dengan panitia, dan lumayan tidak rewel. Beberapa peserta seperti sudah lama kenal dengan aku. Bisa ngobrol dan bercanda2. Yah, lumayan menyenangkan. Keakraban semakin bertambah karena aku ikut mengantarkan mereka ketika praktek memandu forum guru di KKG. Sepulang praktek kita punya kesempatan jalan-jalan sebentar ke pasar seni gabusan dan ke kasongan, sentra keramik dan gerabah di Bantul DIY. Peserta yang kebanyakan dari luar Jawa cukup senang diajak jalan-jalan ke tempat tersebut. Aku juga mengantarkan mereka ketika praktek mengajar di sekolah. Karena mereka berasal dari seluruh wilayah Indonesia, banyak dari mereka yang takut kalau-kalau siswa di Jogja akan kaget diajar oleh guru dari NTT atau Maluku. Tapi ternyata mereka mendapat kejutan dengan keramahan siswa-siswa SD di Jogja. Mereka begitu nasionalis, kata seorang guru. Tak satupun merasa aneh dengan kehadiran guru dari luar daerah.
Semalam adalah malam terakhir para peserta mengikuti diklat di sini. Kita bersama-sama membuat acara malam keakraban. Bersama-sama menampilkan lagu-lagu daerah dan bergembira bersama. Menyenangkan bersama mereka. Tak terasa waktu bersalaman saat berakhirnya acara, aku harus kuat2 nahan air mata. Secara di situ aku panitia, jadi harus jaga emosi,hehe...
Siang tadi akhirnya kegiatan diklat selesai. Ditutup oleh Bapak Kepala dengan pesan kepada peserta untuk mengimbaskan hasil yang diperoleh kepada rekan sejawat di daerah dan selalu meningkatkan mutu pendidikan di manapun kita berada.
Selamat jalan rekan-rekan peserta.. Guru2 berpotensi dari daerah2 di seluruh Indonesia. Selamat membagikan ilmu kepada seluruh pendidik di tanah air. Semoga pendidikan kita semakin baik dan bermutu dengan kiprah kalian semua....
Aku terdapuk jadi panitia bareng beberapa teman yang lain. Namanya ketambahan pekerjaan tentu saja ketambahan repot juga. Awal, pertengahan masih ribet, tapi akhir2..masih ribet juga,hehe.. Untunglah peserta diklat ini menyenangkan. Mudah akrab dengan panitia, dan lumayan tidak rewel. Beberapa peserta seperti sudah lama kenal dengan aku. Bisa ngobrol dan bercanda2. Yah, lumayan menyenangkan. Keakraban semakin bertambah karena aku ikut mengantarkan mereka ketika praktek memandu forum guru di KKG. Sepulang praktek kita punya kesempatan jalan-jalan sebentar ke pasar seni gabusan dan ke kasongan, sentra keramik dan gerabah di Bantul DIY. Peserta yang kebanyakan dari luar Jawa cukup senang diajak jalan-jalan ke tempat tersebut. Aku juga mengantarkan mereka ketika praktek mengajar di sekolah. Karena mereka berasal dari seluruh wilayah Indonesia, banyak dari mereka yang takut kalau-kalau siswa di Jogja akan kaget diajar oleh guru dari NTT atau Maluku. Tapi ternyata mereka mendapat kejutan dengan keramahan siswa-siswa SD di Jogja. Mereka begitu nasionalis, kata seorang guru. Tak satupun merasa aneh dengan kehadiran guru dari luar daerah.
Semalam adalah malam terakhir para peserta mengikuti diklat di sini. Kita bersama-sama membuat acara malam keakraban. Bersama-sama menampilkan lagu-lagu daerah dan bergembira bersama. Menyenangkan bersama mereka. Tak terasa waktu bersalaman saat berakhirnya acara, aku harus kuat2 nahan air mata. Secara di situ aku panitia, jadi harus jaga emosi,hehe...
Siang tadi akhirnya kegiatan diklat selesai. Ditutup oleh Bapak Kepala dengan pesan kepada peserta untuk mengimbaskan hasil yang diperoleh kepada rekan sejawat di daerah dan selalu meningkatkan mutu pendidikan di manapun kita berada.
Selamat jalan rekan-rekan peserta.. Guru2 berpotensi dari daerah2 di seluruh Indonesia. Selamat membagikan ilmu kepada seluruh pendidik di tanah air. Semoga pendidikan kita semakin baik dan bermutu dengan kiprah kalian semua....
Monday, April 21, 2008
Ya ampuuunnn.....
Tadi pagi berangkat kantor agak siang karna berangkat dari rumah (kampung) sudah agak siang, harus mbereskan rumah dulu. Sampai kantor sudah jam 08.00. Ya ampuuunn...ada kelas pagi di ruang pleno. Kulihat jadwal piket, ah...aku tidak piket pagi. Pasti sudah ada yang menyiapkan.
Trus seharian ribet nyiakan bahan buat praktek besok. Yang minta ini lah itu lah..dll. Ya ampuunn, luar biasa hari ini. Gempor bo'...
Seharian gk di ruangan. Laptop sudah kuletakkan sekretariat karna mau dipakai utk mengerjakan sesuatu. Aku gk nongol seharian. Gk di ruangan pula seharian. Baru sore hari sekitar pukul 14.30 aku balik ruangan. dan ya ampuunn..sudah ada snack dan makan siang di mejaku. Laptop sudah balik ke mejaku. Ya ampunn aku gk bantuin apa2 hari ini...
Handphoneku habis batre hari ini. Charger ada di ruangan. Begitu balik ruangan ku recharge handphoneku. Beberapa saat kemudian bunyi sms berkali-kali kudengar. Salah satunya dari temenku ngucapin selamat hari kartini. Ya ampuunn iya, hari ini kan hari Kartini.
Buka email sebentar, sembari istirahat. Kulihat temanku Ulan masih online dan ya ampuuunn...hari ini kan dia ulang taun. Aduh, sesore ini baru aku ngucapin: selamat menjadi tua ya Ndut.. hehe...
Trus seharian ribet nyiakan bahan buat praktek besok. Yang minta ini lah itu lah..dll. Ya ampuunn, luar biasa hari ini. Gempor bo'...
Seharian gk di ruangan. Laptop sudah kuletakkan sekretariat karna mau dipakai utk mengerjakan sesuatu. Aku gk nongol seharian. Gk di ruangan pula seharian. Baru sore hari sekitar pukul 14.30 aku balik ruangan. dan ya ampuunn..sudah ada snack dan makan siang di mejaku. Laptop sudah balik ke mejaku. Ya ampunn aku gk bantuin apa2 hari ini...
Handphoneku habis batre hari ini. Charger ada di ruangan. Begitu balik ruangan ku recharge handphoneku. Beberapa saat kemudian bunyi sms berkali-kali kudengar. Salah satunya dari temenku ngucapin selamat hari kartini. Ya ampuunn iya, hari ini kan hari Kartini.
Buka email sebentar, sembari istirahat. Kulihat temanku Ulan masih online dan ya ampuuunn...hari ini kan dia ulang taun. Aduh, sesore ini baru aku ngucapin: selamat menjadi tua ya Ndut.. hehe...
Tuesday, April 8, 2008
Cerita Lain
Beberapa teman menuliskan tentang diblokirnya beberapa situs. Yah, aku mau tulis cerita lain. Sebelum tidak bisa lagi bercerita di sini, so manfaatkan waktu yang ada.
Hari-hari terasa sangat penuh sekarang ini. Rasanya waktu untuk berselancar di dunia ini (internet) jadi berkurang banyak. Jam 16 lebih baru bisa leluasa 'jalan-jalan'. Setelah itu pun masih ada jadwal menemani anak-anak belajar. Hmm..lucu juga bergaul dengan anak-anak ini. Beberapa dari mereka sudah seperti adik sendiri. Sering manja, sering ngasih sesuatu, sering sedih juga kalau aku nggak bisa menemani mereka belajar. Mereka akan merengek-rengek kalau aku minta ijin tidak menemani belajar karena urusan tertentu. Namun ada juga yang males. Ada aja alasannya untuk tidak belajar. Mbak, aku sakit. Mbak, aku ada les d sekolah. Mbak, aku pergi sama mama. Dan lain-lain alasan. Hmm..itu hakmu dik, toh yang belajar juga kamu. Mbak cuma nemenin. Ada juga yang anggap aku seperti teman sekolahnya. Sering curhat, manggil dengan panggi;lan 'mbak Cinta', sering sms sekedar meledek, dan perilaku lain layaknya teman sebaya. Yah, aku senang kalau bisa jadi sahabat mereka. Hmm...udah 2 minggu aku cuti dri kegiatan menemani mereka belajar. Kangen juga sama mereka. Ayo dik, kita belajar bareng lagi.... :)
Hari-hari terasa sangat penuh sekarang ini. Rasanya waktu untuk berselancar di dunia ini (internet) jadi berkurang banyak. Jam 16 lebih baru bisa leluasa 'jalan-jalan'. Setelah itu pun masih ada jadwal menemani anak-anak belajar. Hmm..lucu juga bergaul dengan anak-anak ini. Beberapa dari mereka sudah seperti adik sendiri. Sering manja, sering ngasih sesuatu, sering sedih juga kalau aku nggak bisa menemani mereka belajar. Mereka akan merengek-rengek kalau aku minta ijin tidak menemani belajar karena urusan tertentu. Namun ada juga yang males. Ada aja alasannya untuk tidak belajar. Mbak, aku sakit. Mbak, aku ada les d sekolah. Mbak, aku pergi sama mama. Dan lain-lain alasan. Hmm..itu hakmu dik, toh yang belajar juga kamu. Mbak cuma nemenin. Ada juga yang anggap aku seperti teman sekolahnya. Sering curhat, manggil dengan panggi;lan 'mbak Cinta', sering sms sekedar meledek, dan perilaku lain layaknya teman sebaya. Yah, aku senang kalau bisa jadi sahabat mereka. Hmm...udah 2 minggu aku cuti dri kegiatan menemani mereka belajar. Kangen juga sama mereka. Ayo dik, kita belajar bareng lagi.... :)
Tuesday, April 1, 2008
Taraaa..... :)
Hai.... (ceria mode ON)
Wew..lama gk berkunjung kemari. Secara kemarin 5 hari aku cuti dan d rmh sibuk jadi tidak sempat berinteraksi dengan multiply...
Hari ini sudah masuk kerja lagi.. Wah, banyak kerjaan menunggu. Diu diu...
Btw, mataku agak eror ni hari ini. Panas dan perih. Kurang tidur apa ya.. Atau gk tahan ngadepin komputer setelah 5 hari istirahat dari pengaruh komputer.. Duh, gk nyaman banget buat kerja... Mana tetes matanya gk ada di mana2..
Duh...
Wew..lama gk berkunjung kemari. Secara kemarin 5 hari aku cuti dan d rmh sibuk jadi tidak sempat berinteraksi dengan multiply...
Hari ini sudah masuk kerja lagi.. Wah, banyak kerjaan menunggu. Diu diu...
Btw, mataku agak eror ni hari ini. Panas dan perih. Kurang tidur apa ya.. Atau gk tahan ngadepin komputer setelah 5 hari istirahat dari pengaruh komputer.. Duh, gk nyaman banget buat kerja... Mana tetes matanya gk ada di mana2..
Duh...
Subscribe to:
Posts (Atom)